Rabu, 27 Agustus 2008

Foto Dokumentasi Biar Ngga Penasaran

Style kalo di kantor kaya gini nih...
Image Hosted by ImageShack.us


Kalo sebagai Bikers gaya gw kaya gini nih...
Image Hosted by ImageShack.us


This my lovely wife
Image Hosted by ImageShack.us


My everything..
Image Hosted by ImageShack.us


Waktu belom punya anak, touring pasti bareng istri tercinta.
Image Hosted by ImageShack.us


Nah, kalo gw lagi maen game ya kaya gini neh.....
Image Hosted by ImageShack.us

Senin, 25 Agustus 2008

Story About xpredix Part 1 : Introduction and My Friend

Story Part 1 : Introduction and My Friend

Aku tidak dapat menceritakan banyak tentang keberadaan diriku, yang aku tau aku terlahir oleh seorang ayah yang kuat dan menjadi salah seorang pahlawan di bangsa bellato. Ayahku memberiku nama xpredix, nama yang menurut ayahku adalah gabungan antara teknologi, kekuatan dan semangat berjuang.

Ini bukan sebuah game, dimana jika terbunuh bisa hidup lagi, ini cerita nyata tentang kehidupan diriku dan bangsaku.

Satu hal yang selalu aku ingat, ketika aku dan ayahku ingin berdagang untuk membeli pakaian, kami berjalan melalui padang gurun sette, disana kami dikeroyok oleh 20 Robot bersenjata super, salah seorang diantaranya bernama SchuneiderX.
Masih teringat kejadian itu, dimana ayahku berlumuran darah dan dia berkata “x cepat lari, belum saatnya kau melawan mereka, CEPAT LARI !!! Biarkan ayahmu mati dalam perjuangan suci ini !”

Aku kaget, aku tersentak, tak tau apa yang harus aku lakukan, dendam, benci, amarah, campur kesedihan menyelimuti batinku. Sambil berlari aku meninggalkan ayahku yang dikeroyok oleh puluhan bangsa Robot, sambil berlari aku mencoba untuk menoleh kebelakang, kulihat ayahku sudah tergeletak berlumuran darah. Ya, darah segar dari seorang Pahlawan pemberani, darah segar dari seorang Pejuang yang akan selalu ada didalam hatiku, darah seorang Perwira Bellato yang juga mengalir didalam darahku.

Aku terus berlari hingga perbatasan Sette, dengan air mata bercururan dan teriak tangisan, aku coba untuk mengingat perkataan ayahku untuk tidak bodoh melawan mereka sekarang. Memang belum saatnya aku melawan mereka, kerena aku hanya seorang bocah berusia 12 tahun. Sesampainya di Perbatasan, Patroli dari Dewan Negara Bellato sedang berjaga jaga, disana kulihat seorang dengan Aura yang sangat kuat, memancar dari tubuhnya penuh energi, mereka memanggilnya Huangs. Aku terjatuh, tapi kulihat Huangs sedang menaiki Robot Besar berwarna Biru, dengan sekejap Puluhan Robot robot itu dibunuh dan sebagian dari mereka kabur tunggang langgang.

“Kau tidak apa apa nak ?” Tanya Huangs kepadaku.
“Iya Jendral, saya tidak apa apa, tetapi ayahku terbunuh oleh Robot itu !!” Jawabku sambil menghapus air mata yang terus mengalir. “
“Kepergian ayahmu memang hal paling menyakitkan, oleh karena itu jadilah seorang rakyat Bellato yang kuat, agar tidak memalukan ayahmu, ayah yang telah membesarkanmu dengan kasih sayang dan cinta. Kamu akan saya masukkan dalam Militer anak anak, agar kelak kamu akan menjadi seorang yang bisa bertempur untuk negara ini, apakah kau bersedia ?“ Tanya Huangs sambil menepuk pundakku.
“Ya Jendral, saya bersedia “ Jawabku dengan Spontan”

Setelah masuk dalam militer anak anak, aku baru tau kalau robot robot yang membunuh ayahku itu adalah bangsa Accretia, bangsa kuat dan penjajah hampir semua planet di muka bumi ini. Mereka terbuat dari Besi Baja yang sangat kuat, yang tidak bisa hancur oleh pedang biasa. Dalam militer anak anak ini, ada seorang legendaris yang biasa membuat pedang untuk perang, pedang yang terbuat dari campuran Tanah, Tanduk Naga, dan Darah Raksasa, yang jika dibuatkan pedang akan dapat memotong baja sekuat apapun. Aku kini memiliki pedang itu, Pedang pertama dalam kehidupanku, sama seperti anak anak lainnya.

Kuto adalah seorang pelatih pedang, spesialis untuk mengajarkan cara bermain pedang dengan 2 tangan. Aku belajar banyak darinya, mulai dari jurus jurus untuk menyerang hingga cara menghindari serangan musuh.
Teman seperjuanganku lainnya adalah SiauwBu, seorang pemuda yang lebih menyukai perisai, menurutnya dengan perisainya tersebut dia dapat menahan serangan dari 5 bangsa Accretia. Dengan perisainya tersebut dia dapat membunuh satu persatu bangsa Accretia, lambat namun pasti.

Ciisita, seorang wanita pemberani. Kelebihannya dia memiliki kecepatan tinggi dan kecerdasan luar biasa, dia banyak belajar kepada CarolitaZ, seorang wanita cerdas yang memang memiliki keunggulan untuk merakit Bom dan membuat perangkap.
CarolitaZ adalah pelatih dalam pembuat Bom dan Perangkap di Sekolah Militer anak anak ini.

Aku kini susah mengikuti ujian kelulusan sekolah Militer tahap lanjutan, aku kini siap untuk melawan bangsa Accretia. Dengan bermodalkan pedang Sharp Intense Spadona, aku mencoba untuk mencari pembunuh ayahku, seorang pemimpin Accretia bernama SchuneiderX.
Seorang diri aku berjalan di tengah Gurun Sette, kulihat ada seorang ibu yang sedang membawa anak kecil di tendang oleh Seorang bangsa Accretia, dan dengan mengacungkan sebuah pistol Robot tersebut mencoba membunuh ibu tersebut beserta anaknya. Bergegas aku mencoba untuk menghalangi perbuatan robot biadab tersebut. Ku goyang spadonaku dengan sekuat tenaga, dan ....“Gubrak !!” Kepala Robot tersebut terlepas dari badannya dan tergeletak di tanah tandus Sette. Inilah pertama kalinya aku membunuh Robot, yang biasa bangsa kami menyebutkan Kaleng Kerupuk.

“Terima kasih nak, kamu telah menyelamatkan diriku dan anakku, bolehkan aku tau siapa namamu ? agar kelak aku bisa membalas budi kebaikanmu itu ?” tanya ibu itu dengan mata sayup.
“Namaku xpredix bu” Jawabku singkat.
“Oh... kamu xpredix anak dari seorang perwira bangsa Bellato, anak dari seorang pejuang hebat yang telah meninggal dengan terhormat demi bangsanya” Perjelas ibu tersebut.
“Ibu kenal dengan ayahku ???” Tanyaku penasaran

Tanpa berkata ibu tersebut menunjukkan sebuah arah... “Disana kamu lahir... Disana kamu dibesarkan... Disana aku tau ayahmu berjuang untuk negara ini.....”
Suasana hening, ketika kuingat memang disitulah tempat aku bersama ayahku berdagang, ketika aku ingat masih ada senyum dan manja ibu. Ibu yang sampai kini aku belum pernah melihatnya lagi.

“Ayo aku tunjukkan rumahmu, ibumu pasti kangen menunggumu bertahun tahun” Tutur ibu tersebut sambil berjalan lebih cepat ke arah bukit solus.
“Apa ? Ibuku masih hidup ?? “ Sungguh kaget aku mendengarnya, hampir tidak percaya. Rasa senang campur kesedihan.
Senang karena aku ternyata masih memiliki ibu, namun sedih karena selama ini aku meninggalkan ibuku seorang diri, seorang wanita yang sudah tidak memiliki suami lagi, seorang wanita terhebat yang pernah aku kenal.

Tidak lama aku berjalan, sedikit teriang dalam ingatanku, aku pernah tinggal disini.
“Ya ! aku ingat sekarang !! Itu rumahku ! “ Teriakku sambil berlari ke arah rumah yang memang masih seperti dulu, rumah gubuk nan indah dan penuh kenangan.
Sesampainya di depan pintu, aku melihat seorang nenek tua yang sudah buta, namun aku mengenalinya, itulah ibuku.

“Ibu... ini aku xpredix, ini aku ibu....... “ Ucapku sambil mencucurkan air mata dan memeluk wanita tua yang buta itu.
“kau... kau... benar kau anakku xpredix ??” tanya ibu tua itu sambil meraba mukaku..
“iya ibu, ini aku xpredix anakmu...” Jawabku sambil memeluknya erat.

Tak lama kemudian, ibu tersebut memegang Tangan kananku.
“Kau memang anakku xpredix, Lambang Tato Naga Timbul di Tangan Kananmu ini tidak bisa ditiru oleh siapapun, karena ayahmu sendiri yang memberikan tato timbul ini kepadamu...” Tururnya lagi.

“Huk huk huk.... “ Tampaknya ibuku mengalami luka parah, sehingga batuk dan mengeluarkan darah.
“Kenapa ibu ? Siapa yang membuat ibu buta seperti ini ?”
“Bangsa Cora, Bangsa Penyihir, Bangsa yang rakus akan Tambang di negara kita...” Jawab ibuku sambil mengelap darah yang mengalir dari mulutnya itu.

“Sini nak, sini...... Ada peninggalan ayahmu yang memang aku simpan untukmu kelak. Aku tau kamu akan datang...” Ajak ibu sambil membuka sebuah kotak di bawah tempat tidurnya itu.
“Bukalah kotak itu, itu satu satunya peninggalan ayahmu yang masih aku simpan.”

Dengan teliti aku membuka kotak tersebut dan kulihat ada seperangkat pakaian perang, dari mulai kepala sampai sepatu. Ini adalah Baju perang yang diperuntukkan bagi pahlawan pahlawan pemberani Bellato. Baju yang terbuat dari Bulu Naga.Baju yang sangat kuat sekali namun ringan bagaikan bulu angsa.
Lalu aku memakainya, dan aku merasakan bahwa aku bisa berlari lebih cepat dari biasanya. Mataku juga lebih jeli untuk melihat pergerakan pedang lawan, sehingga aku lebih bisa menghindar lebih baik dari biasanya.

“Pakailah itu nak, itu adalah baju ayahmu waktu masih berjuang untuk negara ini. Ingat ! jangan beri ampun bangsa Accretia yang telah membunuh ayahmu dan Jangan kau berikan iba kepada bangsa Cora yang telah membuat ibumu ini buta” Ucap ibuku sambil menepuk pundakku.

Tak lama kemudian, aku meminta izin kepada ibu untuk mencari bangsa Accretia dan Cora yang mengacau di Gurun Sette.

Dalam perjalanan aku bertemu dengan JerryJr, seorang berserker dengan kekuatan serangan yang dahsyat. Aku di tegurnya.
“Hai x apakau kau dari desa sebelah ?” tanyanya kepadaku
“iya, aku dari desa sebelah” jawabku singkat
“Kalau begitu, kita masih saudara karena aku juga berasal dari desa sebelah. Maukah kau bergabung dengan Partai ku x ?” Tanya JerryJr kepadaku
“Iya aku mau.....” Singkat namun padat jawabku terhadap pertanyaan JerryJr.

Kini aku bergabung dalam Partai yang di pimpin oleh JerryJr. Partai Warner Bross.
Dalam partai tersebut aku mengenal banyak orang, banyak orang hebat yang mengajariku banyak pengalaman hidup dan pengalaman bertempur.
Beberapa orang diantaranya
- AzureOrca, seorang ksatria yang biasa menggunakan Tameng dalam bertempur, namun dia memiliki sebuah pedang yang sangat ditakuti oleh bangsa lainnya.
- RadiTPembantai, Aziss, Zaac. Mereka adalah pengemudi MAU yang handal, mereka banyak membunuh bangsa Accretia dan Cora dengan MAU nya tersebut
- Loversss dan Nomus, mereka adalah penyihir yang membantu kami dalam bertempur dan memperkuat diri
- Ciisita seorang wanita dengan kecepatan tinggi, Wanita cerdas yang terbiasa merakit Ranjau dan Bom.
- JerryJr serorang berserker dengan kekuatan serangan yang dahsyat, ditakuti oleh bangsa lain
- Amoxicillin pembunuh bayaran yang terlatih menggunakan senapan dan memiliki keakuratan yang sangat tinggi, dengan sekali tembak dapat membunuh bangsa Accretia ataupun Cora.
- SiauwBu, ksatria pemberani yang terbiasa menggunakan perisai dan pedang api di tangan kanannya.